Indonesia

PINJAL (FLEAS ) DAN CAPLAK (TICKS)

Anjing sangat rentan terhadap infeksi dan infestasi oleh berbagai jenis parasit dan diantaranya bisa mematikan, oleh karena sangat disarankan untuk melakukan pengobatan rutin agar anjing anda tetap terlindungi sepanjang waktu.

Expand All
  • Pinjal merupakan parasit yang paling sering ditemukan di hewan peliharaan. Jenis yang paling mudah menular ke anjing dan kucing adalah Ctenocephalides felis atau biasa disebut pinjal kucing.  Infestasi pinjal akan menimbulkan gangguan dan berbahaya baik bagi hewan juga manusia.Siklus hidup pinjal berlangsung selama satu minggu hingga satu bulan, bahkan bisa berlanjut lebih lama lagi pada kondisi yang ideal. Selama siklus hidupnya pinjal akan melalui metamorphosis lengkap dalam tiga tahap :

      • Pinjal dewasa loncat ke tubuh induk semang/host (misal kucing, anjing atau manusia) dan dalam hitungan menit akan mulai menghisap darah induk semang. Gigitan pinjal akan menimbulkan rasa gatal dan iritasi, dan bisa juga menularkan penyakit serius.
      • Dalam waktu kurang dari 48 jam, pinjal akan mulai bertelur. Telur-telur tersebut dengan cepat bisa berjatuhan dari tubuh hewan ke lingkungan sekitar.
      • Dalam beberapa hari, telur-telur tadi akan menetas menjadi larva yang tidak menyukai cahaya terang dan akan merayap bersembunyi ke dalam karpet atau sela-sela lantai sehingga sulit ditemukan. Setelah itu larva membentuk kepompong yang selanjutnya akan berkembang menjadi pupa, dan bila kondisi tepat mereka akan keluar sebagai pinjal dewasa yang siap melompat ke induk semang berdarah panas, dan siklus akan berulang lagi.

    Seekor pinjal betina bisa bertelur hingga 50 butir per hari. Dalam satu bulan, 10 ekor betina bisa menghasilkan hingga 15.000 butir telur. Hewan akan menyebarkan telur pinjal dimana-mana, menyebabkan infestasi besar-besaran di lingkungan sekitar rumah.

    Pinjal bisa melompat sejauh 33 cm dalam satu kali lompatan sehingga memudahkan penyebaran ke hewan dan manusia lainnya. Ukuran tubuh pinjal hanya sekitar 1-2 mm, jadi hampir tidak terlihat.  Bila ditemukan 5 ekor pinjal di tubuh hewan, sesungguhnya ada 95 ekor lainnya yang tersembunyi di lingkungan sekitar (telur-telur yang berjatuhan dari tubuh hewan, serta larva dan pupa yang ada di lingkungan).

    Seluruh area rumah, termasuk karpet, sofa, kasur dan lingkungan sekitar hewan bisa terinfestasi oleh telur dan larva pinjal, yang merupakan cikal bakal terjadinya infestasi berulang pada hewan. Penggunaan vacuum cleaner hanya akan memberantas sejumlah kecil telur dan larva saja, sebab mereka tersembunyi jauh di dalam lantai dan karpet, menyatu dengan serat-seratnya. Pinjal bisa bertahan hidup hingga 6 bulan di lingkungan.

    Seekor pinjal akan menggigit induk semangnya sekitar 10 kali sehari dan bisa menghisap darah hingga 15 kali berat tubuhnya sendiri. Pinjal akan sesegera mungkin menghisap darah setelah mendarat di tubuh induk semangnya, 25% pinjal akan mulai menghisap darah dalam waktu 5 menit dan 97% setelah satu jam. Artinya pada kasus infestasi berat, pinjal bisa menyebabkan anemia pada hewan yang sehat sekalipun, dan pada kasus ekstrim bisa menyebabkan kematian di hewan kecil.

    Faktor utama yang mendukung semakin cepatnya siklus hidup pinjal adalah kondisi hangat, artinya pinjal bisa bereproduksi sepanjang tahun di lokasi yang beriklim tropis.

  • Anjing bisa terkena caplak dari mana saja, caplak bisa ditemui di rerumputan, taman, kebun dan di sekitar kandang. Biasanya caplak akan menempel di bagian tubuh anjing yang bulunya tipis seperti di sekitar telinga dan telapak kaki. Ketika menempel caplak akan menghisap darah anjing hingga tubuhnya menggelembung, saat itulah penyakit-penyakit berbahaya seperti Lyme disease, Anaplasmosis, Babesiosis dan Ehrlichiosis ditransmisikan oleh caplak ke anjing.

  • Jenis caplak yang umumnya ditemukan menyerang anjing-anjing di Indonesia
    Habitat : di lingkungan sekitar kandang
    Penyakit yang ditularkan : Babesiosis dan Ehrlichiosis.

  • Dari banyaknya obat anti kutu yang beredar, ada yang ampuh ada juga yang tidak. Biasanya harga menentukan kualitas obat. Tanyakan ke dokter hewan mana obat terbaik yang bisa diberikan ke anjing sesuai dengan kondisi saat itu.

    Pastikan obat yang akan diberikan bisa :

      • Membunuh pinjal dan caplak
      • Bisa terus membunuh pinjal dan caplak selama periode pengobatan
      • Meminimalisir adanya resiko masa tidak protektif, dan mencegah pinjal dan caplak nempel kembali di tubuh hewan pada masa tersebut.

    Dengan mematikan caplak secara cepat maka akan mengurangi resiko penularan tick-borne disease. Namun tidak semua pengobatan di indikasikan untuk membunuh caplak. Tanyakan pada dokter hewan pengobatan apa yang paling sesuai untuk anjing anda.

  • Supaya terbebas dari pinjal dan caplak, anjing harus diobati secara teratur sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya infestasi pinjal berulang. Sikap proaktif terhadap pencegahan sangat penting agar kesehatan bisa tetap terjaga. Pinjal dan caplak bisa ditemukan sepanjang tahun dan dapat berkembang biak dengan sangat cepat, jadi penting sekali untuk memberikan pengobatan secara rutin, biasanya sebulan sekali. Anda bisa bertanya kepada dokter hewan untuk mendapatkan saran yang tepat.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096