Indonesia

CANINE INFECTIOUS RESPIRATORY DISEASE

Expand All
  • Gejala yang tampak berupa batuk khas dengan intensitas dan durasi yang berbeda-beda tergantung individu dan agen penyakit yang terlibat. Batuk yang muncul biasanya terdengar berat dan terputus-putus, dan bisa mengarah ke regurgitasi, bersin, mendengus, tersedak dan muntah. Sering kali batuk-batuk dipicu oleh aktivitas berlebih atau hewan terlalu bersemangat.

    Tampak adanya lendir dari hidung dan mata. Demam terkadang bisa berkembang jadi pneumonia (radang paru-paru). Gejala muncul pada hari ke 3-10 setelah terjadinya infeksi dan akan berlangsung hingga 3 minggu atau lebih.

  • Canine Infectious Respiratory Disease (CIRD) atau dikenal dengan Kennel Cough bisa disebabkan oleh beberapa agen penyakit, dan sering kali lebih dari satu jumlahnya yang terlibat pada waktu yang bersamaan. Sejumlah virus telah dikaitkan dengan penyakit ini, yang paling umum adalah virus parainfluenza. Sedangkan bakteri yang paling umum terisolasi di kasus ini adalah Bordotella bronchiseptica.

  • Diagnosa penyakit komplikasi biasanya berdasarkan gejala klinis yang muncul dan histori hewan. Sekelompok anjing yang menunjukan gejala serupa, maka kemungkinan besar diagnosanya adalah CIRD. Pada anjing yang tinggal sendiri, diagnosanya akan lebih rumit, sebab batuk merupakan gejala umum dari berbagai penyakit, namun bila anjing tersebut sebelumnya pernah kontak dengan anjing lain maka kemungkinan dia terkena CIRD.

  • Tidak ada pengobatan spesifik untuk virus penyebab CIRD, tapi antibiotik bisa digunakan unutk mengatasi infeksi oleh bakteri. Pengobatan lainnya yang bisa diberikan bersifat suportif. Pengobatan ini efektifitasnya tergantung kasus per individu. Dokter hewan akan memberikan saran pengobatan terbaik untuk anjing anda, diantaranya:

    • Bronchodilatator
    • Obat anti radang
    • Antitussive (penekan batuk), tergantung tipe batuk
    • Anjing yang terinfeksi harus banyak istirahat dan harus diisolasi dari anjing lainnya
  • Saat ini sudah tersedia vaksin CIRD terhadap Bordetella bronchiseptica dan virus parainfluenza. Hewan wajib divaksin sebelum ditempatkan di kandang penitipan atau sebelum mengikuti kontes anjing. Sebagai catatan vaksinasi tidak memberikan perlindungan menyeluruh terhadap semua agen penyebab penyakit. Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai jadwal vaksinasi anjing anda yang sesuai dengan gaya hidupnya.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096