Indonesia

CANINE VIRAL HEPATITIS

Expand All
  • Gejala dapat bervariasi mulai dari sangat ringan hingga kematian mendadak. Vaksinasi sangat penting untuk mengurangi insiden dari penyakit ini. Kasus hiperakut dapat terlihat pada anakan kurang dari 3 minggu, dengan gejala termasuk rasa nyeri mendadak di abdominal, diikuti dengan kematian dalam beberapa jam. Namun saat ini, kasus tersebut jarang ditemukan.

    Awal kejadian sering kali ditandai dengan kelesuan. Pada pemeriksaan, anjing mengalami demam tinggi, peradangan pada tonsil (tonsilitis) dan pembesaran kelenjar limfe di bawah rahang. Tonsilitis akut tidak umum terjadi pada anjing dan seharusnya menimbulkan kecurigaan yang kuat. Muntah dan/atau diare sering kali terjadi kemudian dan anjing menjadi kehilangan nafsu makan. Pada beberapa anjing dapat ditemukan rasa kesakitan yang hilang timbul.

    Hati mengalami kesakitan dan pembesaran pada saat dipalpasi. Jaundice dan pendarahan dari gusi dapat timbul saat mengalami kegagalan pada fungsi hati. Pada tahap ini, membran mukosa menjadi pucat atau kekuningan. Sekitar 20% dari kasus ini akan mengalami kematian.  Anjing yang dapat bertahan dari tahap akut, akan dapat mengalami persembuhan walau memerlukan waktu hingga berminggu-minggu untuk kembali ke kondisi semula.

    Terdapat bentuk infeksi yang lebih ringan di mana anjing hanya akan mengalami sedikit demam, dan terkadang diare, meskipun anjing tetap akan mengalami pembesaran kelenjar limfe. Mata biru adalah konsekuensi yang terlihat pada beberapa anjing di mana permukaan mata menunjukkan penampilan biru seperti susu.

  • Canine Viral Hepatitis (dulu disebut penyakit Rubarth) disebabkan oleh virus Canine Adenovirus Tipe 1 (CAV-1). Penyakit ini menginfeksi terutama pada anjing dan rubah.

    Sumber utama infeksi melalui ingesti air seni, feses atau air liur anjing yang terinfeksi. Anjing yang sembuh dapat menyebarkan virus melalui air kemih mereka hingga satu tahun. Virus ini kebal terhadap banyak disinfektan, dan dapat bertahan di lingkungan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Anjing merupakan hewan yang paling sering terinfeksi oleh virus yang bertahan hidup di lingkungan dibandingkan melalui kontak langsung dari anjing ke anjing.

    Kematian sangat cepat terjadi pada anak anjing yang sangat muda, dan infeksi dapat menyebar dengan cepat pada kennel.  Infeksi masuk melalui mulut, tenggorokan dan tonsil sebelum menyebar dan mempengaruhi organ lainnya,  terutama hati. Kematian umum terjadi meskipun dalam periode pengobatan.

  • Dokter hewan dapat membuat diagnosa pada infeksi akut berdasarkan gejala klinis dan sejarah hewan. Diagnosa  bisa jadi lebih susah didapatkan pada bentuk infeksi ringan, dimana simptom dapat sangat samar. Uji penunjang diagnosa dapat dilakukan di laboratorium komersial yang dapat mendeteksi adanya virus CVA-1 melalui pemeriksaan sampel hati atau limfonodula yang mengalami pembengkakan.

  • Tidak ada pengobatan spesifik untuk Canine Viral Hepatitis. Pengobatan ini ditujukan untuk mendukung pasien melewati penyakit ini dan menurunkan tingkat keparahan dari gejala klinis. Biasanya pasien perlu untuk dirawat iniap dan diberikan infus intravena untuk mengatasi dehidrasi dan kehilangan elektrolit.  Antibiotik dan obat-obatan lainnya dapat digunakan untuk mengendalikan infeksi sekunder dan meredakan gejala lainnya,  sebagai contoh untuk mengatasi nyeri atau mengurangi muntah.  Hewan yang terinfeksi harus diisolasi dari anjing lainnya.  Biosekuriti yang ketat sebaiknya diterapkan dengan menggunakan isolasi dan dan desinfeksi yang efektif untuk menjaga kontaminasi di lingkungan dan pakaian, sepatu serta tangan orang di sekitarnya.

  • CAV-1 tidak dapat diobati secara langsung dan pengobatan ini hanya untuk menjaga anjing ketika sakit. Oleh sebab itu penanganan dapat meliputi:

      • Obat-obatan untuk mengendalikan gejala seperti diare, muntah, gagal hati, kegagalan pembekuan darah
      • Perawatan untuk mendorong anjing makan diet spesial untuk penderita gagal fungsi hati
      • Hindari segala pelatihan. Banyak anjing yang mengalami kemunduran kesehatan yang signifikan  ketika dibawa jalan untuk pertama kali setelah anjing terlihat membaik.
      • Anti peradangan
      • Pengobatan antibiotik dapat digunakan untuk mengontrol adanya infeksi bakterial sekunder
      • Anjing yang terinfeksi atau yang pernah terpapar anjing sakit sebaiknya diisolasi dari anjing lainnya yang rentan, dan tindakan hygiene harus ditingkatkan (misal mengganti pakaian atau disinfeksi alat-alat)
  • Pencegahan dilakukan melalui vaksinasi. Komponen Canine Viral Hepatitis umumnya masuk dalam pemberian rangkaian vaksinasi primer pada anakan anjing, dan seringkali ditemukan pada booster vaksinasi rutin. Banyak vaksin menggunakan strain CAV-2 dibandingkan dengan CAV-1 (hepatitis viral) untuk melindungi dari hepatitis viral, dimana strain ini juga memberikan kekebalan silang pada beberapa bentuk CIRD dan lebih tidak menyebabkan “Mata Biru” (edema pada permukaan mata). Berdasarkan situasi spesifik hewan kesayangan anda, dokter hewan akan memilihkan protokol vaksinasi yang cocok dengan kebutuhannnya.  Umumnya, anjing yang ingin mengikuti kontes anjing ataupun yang akan dibawa ke kennel, wajib memiliki status vaksinasi yang masih berlaku.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096