Indonesia

GASTROENTERITIS

Gastroenteritis merupakan peradangan pada saluran pencernaan (lambung dan usus) yang biasanya ditandai dengan gejala muntah dan diare. Bila gejala yang muncul hanya muntah saja maka disebut gastritis, sedangkan jika hanya diare saja maka disebut enteritis.

Gastroenteritis yang belum disertai komplikasi umumnya disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang tercemar, dan biasanya lebih sering terjadi di anjing karena kebiasaan mereka yang suka makan sembarangan. Namun sering kali justru penyebabnya tidak diketahui dan hewan bisa sembuh dengan pengobatan simptomatis dan suportif, yaitu dengan memberikan infus dan obat anti muntah.

Penyebab gastroenteritis antara lain adalah karena hewan menelan benda asing, racun, tanaman, obat-obatan yang bersifat iritatif, parasit intestinal, virus (misal Parvovirus) atau bakteri. Pada kasus seperti ini maka penyebabnya harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pada kasus gastroenteritis yang disertai pendarahan sifatnya lebih serius, dimana darah bisa ditemukan di muntahan dan feses. Penyebabnya kadang tidak diketahui dan diperlukan tindakan pengobatan suportif sesegera mungkin.

Expand All
  • Gastroenteritis biasanya muncul secara tiba-tiba dan ditandai dengan gejala muntah dan diare. Muntahan umumnya berupa makanan dan asam lambung, terkadang bisa juga disertai sedikit darah di muntahan. Hewan yang menderita gastroenteritis biasanya tidak nafsu makan dan terlihat sakit, namun justru jarang disertai dengan gejala demam dan sakit perut.

    Bila anjing anda menunjukan gejala gastroenteritis seperti di bawah ini maka sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan.

    Gejala yang harus diwaspadai :

      • Muntah terus menerus (lebih dari 2-3 kali sehari)
      • Diare terus menerus
      • Tidak nafsu makan
      • Depresi
      • Muntah warna pink atau kotoran berwana merah/hitam
      • Demam
      • Penurunan kesadaran

    Komplikasi serius yang bisa muncul akibat muntah dan diare adalah dehidrasi, yang bisa terjadi dengan cepat dan sangat berbahaya bila tidak segera ditangani. Dehidrasi bisa menyebabkan kematian, terutama pada hewan muda.

  • Gastroenteritis ringan umumnya dapat didiagnosa berdasarkan adanya gejala klinis muntah dan/atau diare. Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan lengkap dan mengumpulkan informasi yang relevan dari pemilik tentang aktivitas hewan beberapa hari sebelumnya.

    Jika diduga ada komplikasi atau penyebab utama yang dicurigai maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti rontgen/x-ray, USG, tes darah dan feses. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui apakah ada penyakit di organ lain dan untuk menentukan tingkat keparahan dehidrasi.

    Terapi untuk kasus gastroenteritis akut mengandalkan perawatan suportif dan obat-obatan untuk mengatasi gejala klinis seperti muntah dan diare, serta untuk mencegah hilangnya cairan tubuh agar tidak terjadi dehidrasi.

  • Untuk mengatasi muntah biasanya dokter hewan akan memberikan obat antiemetik. Terapi suportif lainnya berupa pemberian cairan garam fisiologis yang dapat diberikan secara oral jika hewan tidak muntah atau secara infus intra vena.

    Terkadang juga disarankan untuk memuasakan hewan sebentar untuk kemudian baru coba diberikan makanan lembut/lunak sedikit demi sedikit. Bila ditemukan penyebab utamanya, maka harus segera diobati dengan spesifik, misal jika penyebabnya adalah cacing maka harus diberi obat cacing.

    Kasus gastroenteritis yang tidak spesifik umumnya bisa diatasi hanya dalam waktu singkat, dengan cara memberikan infus. Sangat penting untuk memantau terus kondisi hewan selama pengobatan di rumah. Jika tidak ada perbaikan atau jika kondisi menurun (ada darah di muntah/feses, hewan semakin lemah, demam, dll) maka harus segera dibawa ke dokter hewan.

  • Pada dasarnya anjing memiliki sifat suka makan sembarangan, oleh karena itu harus sejak kecil diajarkan disiplin agar tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya. Sebaiknya konsultasikan ke dokter hewan bagaimana cara yang tepat untuk mengajarkan anjing agar tidak suka makan sembarangan. Jika ingin mengganti jenis pakan, maka sebaiknya diberikan secara bertahap (dicampur dengan jenis makanan yang lama). 
    Dengan memberikan vaksinasi secara rutin juga akan melindungi hewan terhadap berbagai penyakit virus serius yang berbahaya bagi saluran pencernaan (seperti Parvovirus). Selain itu pemberian obat cacing secara rutin minimal  4 kali dalam setahun dengan obat cacing berspektrum luas bersamaan dengan pemberian obat anti kutu, juga sangat penting untuk pencegahan penyakit.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096