Indonesia

Infeksi Kulit pada Anjing

Infeksi bakteri pada kulit sering terlihat pada anjing dan hal tersebut merupakan alasan umum untuk membawa anjing Anda ke dokter hewan. Banyak penyakit kulit yang menunjukkan tampilan yang serupa, sering disertai gatal (pruritus) sehingga dokter hewan Anda dapat menyarankan melakukan beberapa tes sederhana untuk membantu diagnose.

Pengambilan Preparat Kulit

Persiapan preparat kulit untuk
melihat sel menggunakan mikroskop

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang membentuk barrier untuk melindungi dari lingkungan eksternal. Hal ini termasuk suhu panas/dingin, kelembaban/dehidrasi, racun dari bahan kimia, kerusakan mekanis, sinar matahari dan sejumlah mikroorganisme seperti bakteri, jamur, ragi, tungau, serangga, serta virus.

Demodex

Foto sitologi menunjukkan bakteri dari
kulit anjing

Expand All
  • Infeksi bakteri pada kulit anjing biasanya merupakan infeksi sekunder akibat alergi kulit, gangguan hormonal (endokrin), atau penyakit internal lainnya. Terdapat sejumlah bakteri yang normal berada pada kulit anjing Anda, yang disebut bakteri komensal. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder (juga dikenal sebagai pyoderma) ketika masa lengah atau kerusakan pada kulit yang dapat menyebabkan mereka berkembang biak.
    Pyoderma dpaat dilokalisasi atau semakin berkembang. Lapisan superfisial kulit adalah yang paling sering terinfeksi, kadang-kadang hingga melibatkan lapisan profundal, menjebak infeksi, pyoderma profundal merupakan hal yang serius, hal tersebut dapat membuat anjing Anda tampak tidak sehat, kadang disertai demam dan umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dirawat, hingga beberapa minggu dan kadang beberapa bulan.

  • Diagnosa infeksi bakteri pada kulit biasanya dapat dilakukan oleh dokter hewan setelah pemeriksaan untuk memvisualisasi perubahan yang terjadi pada kulit, serta mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopis yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis organisme yang terlibat. Kultur dari sampel pus dapat mengidentifikasi bakteri yang terlibat dan membantu pemilihan antibiotik yang tepat untuk pengobatan.

    Beberapa hal berikut mungkin termasuk dalam pengobatan :

      • Perawatan khusus pada penyakit kulit merupakan langkah yang utama.
      • Perawatan infeksi bakteri sekunder. Antibiotik untuk pengobatan infeksi dan medikasi juga dapat diresepkan untuk mengurangi peradangan dan pruritus (gatal).
      • Terapi suportif untuk kulit/rambut yang rusak. Berbagai sampo dan diet pakan dapat membantu memberi dampak kulit yang sehat.
      • Drainase pada kasus abses dilakukan bersamaan dengan pemberian antibiotik.
      • Perawatan khusus pada kulit yang terinfeksi jamur
      • Perawatan kulit terhadap parasit juga dibutuhkan apabila parasit telah teridentifikasi.  Pastikan bahwa obat kutu yang diberikan merupakan obat yang efektif dengan teknologi terkini, untuk menghindari gigitan kutu yang menyerang kulit.
      • Perawatan spesifik lain (misal terapi imunitas)

    Dokter hewan anda akan memilih pengobatan yang sesuai untuk setiap kasus. Kasus yang sudah lama akan membutuhkan waktu pengobatan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pengobatan antibiotik mungkin diperlukan pada infeksi yang sudah kronis atau infeksi parah. Sangat penting untuk memastikan antibiotik diberikan pada frekuensi dan interval yang tepat. Penyebab umum terjadinya masalah pengobatan adalah pemilik tidak memberikan seluruh antibiotik hingga habis. Pemberian antibiotik harus diselesaikan,  bahkan jika kulit hewan sudah terlihat membaik. Perawatan alternatif membutuhkan waktu lama dan dokter hewan akan memutuskan cara pengobatan yang terbaik. Sangat penting untuk tidak mengurangi jangka waktu perawatan yang telah diresepkan oleh dokter hewan anda.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096