Indonesia

LEPTOSPIROSIS

Expand All
  • Leptospirosis pada anjing bisa menimbulkan bermacam-macam gejala yang kadang mirip dengan penyakit menular lainnya. Gejalanya mulai dari sangat ringan atau tidak tampak gejala sama sekali, hingga yang bersifat fatal. Namun persembuhan penyakit biasanya berlangsung relatif lebih cepat dibandingkan dengan, misalnya, distemper dan hepatitis.

    Gejala klinis yang muncul diantaranya :

    • Demam tinggi (biasanya hanya berlangsung beberapa saat saja)
    • Gastroenteritis dengan muntah dan diare yang terkadang disertai adanya darah
    • Jaundice (mukosa berwarna kekuningan) khas leptospirosis akibat ada gangguan di hati
    • Warna urin pekat/gelap
    • Dehidrasi
    • Warna urin pekat/gelap
    • Dehidrasi
    • Kongesti di membran mucus
    • Lesu
    • Gagal ginjal akut
    • Berpotensi menyebabkan kematian

    Beberapa anjing perlahan akan membaik kondisinya, tapi bisa juga beresiko terjadi serangan lagi. Hewan yang berhasil pulih pada akhirnya akan kembali normal, meski bisa saja terjadi kerusakan ginjal secara permanen. Anjing yang sembuh juga akan menyebarkan bakteri melalui urin hingga berbulan-bulan.

  • Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang bisa ditemukan di seluruh dunia. Leptospira bisa ditularkan secara langsung dari urin atau secara tidak langsung melalui air yang terkontaminasi. Bakteri Leptospira bisa menembus kulit yang rusak/luka atau mukosa yang utuh (misal permukaan rongga mulut).

    Anjing bisa menularkan Leptospira ke manusia dan anjing lainnya melalui urin. Setelah terinfeksi, anjing akan menjadi carrier (pembawa penyakit) meski kondisinya tampak sehat. Hal ini menimbulkan resiko terhadap penyakit serius bagi manusia yang memelihara dan anjing lainnya jika kebersihan lingkungan tidak terjaga. Penyakit ini biasanya bersifat fatal bagi manusia dan anjing.

  • Sulit untuk mendiagnosa penyakit ini hanya berdasarkan gejala klinis yang tampak karena bersifat non spesifik dan sangat beragam. Karena penyakit ini bisa menular ke manusia dan agar dapat diberikan pengobatan yang tepat, maka perlu dilakukan berbagai tes untuk memastikan diagnosa terhadap leptospirosis.

  • Leptospirosis merupakan penyakit bakterial, oleh karena itu ada obatnya dan bisa di atasi dengan sejumlah antibiotik. Selain itu penting juga untuk memberikan terapi suportif.

    Pengobatan yang dapat diberikan berupa :

      • Antibiotik
      • Rehidrasi – merupakan prioritas utama, dimana difokuskan untuk memperbaiki kadar elektrolit (garam) tubuh
      • Obat-obatan untuk mengatasi gejala yang timbul, seperti diare, muntah dan rasa sakit
      • Menjaga kebersihan dan kenyamanan hewan
      • Senantiasa menjaga kebersihan diri sendiri saat menangani/mengobati hewan yang sakit

    Anjing yang terinfeksi harus diisolasi dari anjing lainnya dan harus menerapkan tindakan higiene yang ketat untuk mencegah penyebaran penyakit. Sayangnya pengobatan tidak selalu berhasil, dan prognosa biasanya buruk bagi anjing yang sudah menunjukan gejala saraf.

  • Leptospirosis dapat dicegah dengan vaksinasi yang biasanya sudah termasuk pada saat rangkaian vaksinasi primer. Tingkat kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin tidak bertahan lama dibandingkan dengan vaksinasi virus lainnya, oleh sebab itu pengulangan vaksin/booster rutin perlu dilakukan. Dokter hewan akan menentukan protokol vaksin yang tepat berdasarkan situasi dan kondisi spesifik anjing anda. Umumnya, anjing yang ingin mengikuti kontes anjing wajib memiliki status vaksinasi yang masih berlaku.

    Bakteri Leptospira umumnya ditemukan di air serta tidak tahan terhadap cahaya dan suhu diatas 20ºC, sehingga tidak bertahan hidup lama di bawah sinar matahari. Oleh karena itu, disarankan untuk menjauhkan anjing dari area yang becek dan gelap.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096