Indonesia

CHLAMYDIOSIS PADA KUCING

Expand All
  • Gejala klinis yang klasik dari penyakit ini adalah adanya radang konjunctiva yang persisten. Ini adalah peradangan pada bagian mukosa di kelopak mata dan menutupi kebeningan bola mata. Mata dapat menjadi kemerahan dan lendir dapat berbagai bentuk mulai dari berair hingga kental dan seperti nanah. Umunya dimulai hanya dari satu mata, sebelum menyebar.

    Beberapa minggu dan bulan kemudian, kucing kemungkinan masih menghasilkan lendir berwarna gelap di sekitar mata, terutama dari saluran air mata, yang perlu dibersihkan secara berkala. Hal ini dapat menjadi masalah yang serius untuk kucing berhidung pesek dan berbulu panjang. Gejala yang paling sering ditemukan pada masa awal inkubasi di antaranya : bersin dan lendir di hidung, demam dan kehilangan nafsu makan,. Gejala menjadi semakin parah jika kucing menderita flu kucing.

  • Chlamydiosis pada kucing adalah infeksi pada mata disebabkan Chlamydophila felis (sebelumnya disebut Chlamydia psittaci). Ini adalah penyakit yang menginfeksi kucing di seluruh dunia. Manusia dapat terinfeksi dengan chlamydia namun Chlamydophila felis sangat tinggi adaptasinya pada kucing dan infeksi pada manusia akibat bersentuhan dengan kucing sangat jarang kejadiannya.

    Bakteri Chlamydophila mudah menular antar kucing di segala umur, namun penyakit ini sering ditemukan pada pada anak kucing (umur 5 - 12 minggu) dan kucing dalam suatu komunitas seperti cat-breeder dan kucing pusat penyelamatan kucing.

    Bakteri ini biasanya menyebabkan peradangan pada konjungtiva tingkat rendah (radang pada bagian mukosa mata dan kelopak mata). Pada hidung juga dapat mengalami bersin dan menghasilkan lendir, untuk paru-paru sangat jarang terlibat. Lebih dari 30% peradangan konjungtiva pada kucing kemungkinan disebabkan oleh Chlamydophila felis.

    Kematian akibat chlamydiosis jarang terjadi. Penyakit ini bersifat persisten, terutama pada lingkungan yang memiliki banyak kucing, dimana hal ini menjadi masalah. Bakteri ini dapat dibunuh dengan disinfektan dan tidak dapat bertahan lama di lingkungan. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi.

  • Gejala klinis yang ada tidak dapat dibedakan dengan penyebab konjunctivitis lainnya. Dokter hewan anda dapat menduga adanya chlamydiosis dimana konjunctivitis merupakan gejala predominan, terutama pada keluarga dengan banyak kucing, cat-breeder atau pusat penyelamatan kucing.

  • Kucing seringkali memerlukan pengobatan yang panjang dengan antibiotik tertentu. Pengobatan topikal mungkin diperlukan, tergantung dari kasus. Penanganan yang baik untuk membersihkan lendir di mata dan mendorong kucing untuk makan dapat mempercepat penyembuhan.

  • Pencegahan penyakit dapat tercapai dengan vaksinasi. Walaupun vaksin tidak dapat mencegah keselurahan kasus infeksi, namun dapat menurunkan tingkat keparahan penyakit. Vaksinasi merupakan aspek paling penting pada lingkungan yang memiliki banyak kucing yang mengalami masalah ini. Oleh sebab itu diskusikan kebutuhan anda dengan dokter hewan anda. Dokter hewan anda akan menyarankan jadwal vaksinasi yang baik bagi kucing anda.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096