Indonesia

MASTITIS

Expand All
  • Mastitis, atau radang ambing, umumnya dianggap sebagai penyakit yang paling penting secara ekonomi pada sapi perah. Mastitis adalah istilah non-spesifik yang merujuk pada peradangan pada kelenjar susu karena sebab apa pun, termasuk infeksi atau cedera. Dalam praktiknya, istilah ini paling sering digunakan untuk merujuk pada infeksi bakteri pada ambing.

  • Mastitis diakibatkan toksin perusak jaringan yang dikeluarkan oleh bakteri. Mikroorganisme infeksius lainnya seperti jamur juga dapat menyebabkan infeksi intramammary (IMI atau mastitis). Namun, virus jarang menjadi penyebab mastitis primer. Selain itu, trauma fisik, toksin, dan bahan kimia yang mengiritasi dapat menyebabkan radang ambing dan merupakan bentuk mastitis.

    Lebih dari 100 organisme infeksius dapat menyebabkan mastitis, tetapi umumnya kasus disebabkan oleh spesies bakteri utama berikut:

    • Streptococcus uberis - Gram negatif, terutama berasal dari lingkungan, meskipun penularan dari sapi ke sapi dapat terjadi
    • Streptococcus dysgalactiae - Gram positif, terutama berasal dari lingkungan, meskipun penularan dari sapi ke sapi dapat terjadi
    • Staphylococcus aureus - Gram positif yang ditularkan
    • Streptococcus agalactiae - Gram positif yang ditularkan
    • Escherichia coli - Gram negatif, coliform yang berasal dari lingkungan
    • Staphylococcus Koagulase-negatif (CNS) - Gram positif patogen lingkungan yang terdiri dari Staphylococcus selain Staphylococcus aureus, yang koagulase-positif.

    Semua patogen mastitis di atas dapat menyebabkan penyakit klinis, tetapi beberapa seperti CNS biasanya hanya menyebabkan mastitis subklinis.

  • Mastitis terjadi dengan cepat. Bakteri yang melewati saluran puting susu akan mencapai alveoli dalam beberapa menit dan menembus sel epitel penghasil susu dalam beberapa jam. Racun yang dilepaskan oleh bakteri patogen menyebabkan peradangan lokal dan penyakit.

    Berdasarkan sumber infeksi, mastitis diklasifikasikan sebagai mastitis menular atau mastitis lingkungan. Mastitis menular disebabkan oleh patogen yang ditularkan dari sapi ke sapi, misalnya ambing dari sapi yang terinfeksi merupakan reservoir infeksi. Mastitis lingkungan berasal dari patogen di lingkungan sapi, misalnya kandang yang terkontaminasi, atau benda lain di lingkungan yang menjadi reservoir infeksi.

    Tergantung pada tingkat keparahannya, mastitis diklasifikasikan sebagai “mastitis klinis” (penyakit dengan efek yang terlihat) dan “mastitis subklinis” (penyakit yang tidak terlihat jelas). Sebagian besar kasus bersifat subklinis. Karena tidak jelas, produsen susu mungkin tidak menyadari keberadaan mastitis subklinis dan besarnya produksi susu yang hilang karenanya. Mastitis subklinis yang tidak terdeteksi juga dapat menjadi sumber infeksi pada sapi lain, yang berdampak pada produktivitas ternak.

    Mastitis klinis ditandai dengan:

    • Radang ambing, ditandai dengan onset yang cepat, panas, bengkak, kemerahan, atau mengeras pada bagian yang terinfeksi
    • Kelainan yang terlihat pada susu, termasuk gumpalan, serpihan, atau perubahan warna
    • Pada kasus akut, tanda-tanda sistemik, termasuk demam, anoreksia, dan berkurangnya ruminasi, dehidrasi, lemas, dan penurunan produksi susu yang nyata.
    • Seringkali didahului oleh mastitis subklinis.

    Mastitis subklinis ditandai dengan:

    • Tidak ada perubahan yang terlihat pada ambing atau tampilan sapi
    • Tidak ada kelainan yang terlihat pada susu
    • Penurunan produksi susu di tempat yang terkena dampak.
    • Jumlah Sel Somatik (SCC) dan Jumlah Sel Somatik Tangki Massal yang meningkat
  • Setelah deteksi dan diagnosis IMI dilakukan oleh dokter hewan, peternak sapi perah dapat melakukan pengobatan antibiotik yang sesuai untuk penyakit tersebut, yaitu pengobatan yang menargetkan patogen spesifik yang bertanggung jawab atas mastitis pada sapi terebut. Terapi antibiotik umumnya digunakan untuk terapi kering kandang dan untuk mengobati mastitis klinis pada sapi menyusui.

    Mastitis klinis juga dapat diobati dengan kortikosteroid atau dengan obat antiinflamasi nonsteroid untuk mengurangi peradangan, yang dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada ambing.

    Bersamaan dengan antibiotik intramammary, antibiotik sistemik (parenteral) sering diberikan pada kasus mastitis berat, yaitu ketika sapi memiliki tanda-tanda penyakit yang umum, seperti demam, anoreksia dan berkurangnya ruminasi, dehidrasi, lemas, atau penurunan produksi susu yang nyata.

  • Berikut metode pencegahan mastitis yang umum diambil:

    • Terapi Sapi Kering Kandang - mengacu pada pencegahan mastitis dengan menghilangkan mastitis subklinis yang mungkin muncul saat kering kandang dan mencegah infeksi baru selama periode awal sapi kering kandang. Hal ini dilakukan dengan infus intramammary menggunakan antibiotik slow-release ke setiap kuartir sapi segera setelah pemerahan terakhir laktasi.
    • Teat sealant internal - dimasukkan ke dalam saluran puting untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam puting dan tetap di tempatnya sampai dilepas pada akhir periode sapi kering kandang.
    • Pemisahan dan pengafkiran - setelah sapi yang terinfeksi diidentifikasi, mereka harus dipisahkan untuk menghindari penularan ke sapi lain. Sapi yang terinfeksi sebaiknya diperah terakhir untuk meminimalkan kemungkinan sapi yang diperah setelahnya terpapar ke kandang pemerahan. Jika sapi yang terinfeksi secara kronis atau tidak responsif terhadap pengobatan diafkir, maka sumber patogen dihilangkan dan akan mengurangi risiko terpaparnya sapi lain.
    • Sanitasi lingkungan - Sanitasi mesin atau peralatan pemerah susu merupakan bagian penting dari pengendalian patogen penyebab mastitis
    • Nutrisi - Kekurangan nutrisi meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

Referensi:
Woolford MW, Williamson JH, Day AM, Copeman PJA. The prophylactic effect of a teat sealer on bovine mastitis during the dry period and following lactation. New Zealand Vet Journal 1998;43:228-234.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096