Indonesia

Fowl Pox

Fowlpox adalah infeksi virus yang menyebar secara lambat pada ayam dan kalkun. Penyakit ini memiliki 2 tipe, yaitu tipe kulit dimana terdapat lesi proliferatif pada kulit yang berkembang menjadi kudis tebal dan tipe diphteritic yang ditunjukkan dengan adanya lesi pada saluran pencernaan atas dan saluran pernapasan. Strain virulen dapat menyebabkan lesi di organ internal (bentuk sistemik).

Fowlpox disebabkan oleh avipoxvirus yang tersebar di seluruh dunia dan menyerang unggas di segala umur, baik jantan maupun betina. Virus ini beramplop dan memiliki double-stranded DNA. Virus ini diketahui sebagai virus dengan ukuran terbesar. Telah ditemukan beberapa strain, namun dapat terjadi proteksi silang antar strainnya.

Virus ini tidak berpenetrasi ke dalam kulit secara langsung, ia hanya membutuhkan kulit yang rusak untuk masuk ke dalam sel, tumbuh dan menyebabkan penyakit. Infeksi terjadi secara mekanis pada kulit yang luka. Lingkungan yang terkontaminasi serta adanya virus di udara dari bulu dan keropeng kering yang mengandung virus fowlpox dapat menyebabkan infeksi pada kulit maupun saluran pernafasan.

Expand All
  • Bentuk kulit dari fowlpox ditandai oleh lesi nodular pada berbagai bagian kulit ayam yang tidak berbulu, kepala dan leher unggas bagian atas. Dalam bentuk diphteritic, lesi berkembang pada membran mukosa mulut, esofagus, faring, laring, dan trakea (cacar air atau difteri).

    Seringkali, perjalanan penyakit dalam flock berlarut-larut. Infeksi ekstensif pada ayam layer berupa penurunan produksi telur. Infeksi kulit sendiri biasanya menyebabkan mortalitas rendah hingga sedang, dan flock ini umumnya kembali ke produksi normal setelah pemulihan. Kematian biasanya tinggi pada infeksi difteri atau sistemik.

  • Diagnosa penyakit ini didasarkan pada:

    1. Adanya lesi pada kulit yang mengarah ke fowlpox.
    2. Penularan dari ayam yang memiliki lesi pada comb ke ayam yang tidak terinfeksi. Perjalanan infeksi sekitar 5 hari kemudian, ayam lain akan muncul lesi kulit.
    3. Pemeriksaan histologi lesi fowlpox menunjukkan intracytoplasmic eosinophilic inclusion (Bollinger bodies).
    4. Bentuk diphteritic sulit didiagnosa hanya dengan melihat gejalanya. Lesinya bila diangkat akan menimbulkan ulcer.
    5. ELISA dapat membantu diagnosa infeksi ini.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

    1. Vaksinasi dengan vaksin aktif melalui tusuk sayap
    2. Pengendalian terhadap nyamuk dapat membantu mencegah penyakit ini

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096