Indonesia

NEKROTIK ENTERITIS (NE)

Penyebab Nekrotik Enteritis adalah bakteri Clostridium. Terdapat dua spesies Clostridium yang penting pada ayam yaitu Clostridium collinum yang menyebabkan ulcerative enteritis dan Blue Wing Disease danClostridium perfringens yang menyebabkan nekrotik enteritis dan gangraenous dermatitis.

C. perfringens merupakan bakteri gram positif dan berspora. Bakteri ini diketahui menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari kejadian keracunan makanan dan penyakit invasif. Kemampuan bakteri ini menimbulkan penyakit terutama karena produksi 4 toksin mayor dan 10 toksin minor. Cara kerja beberapa toksin tersebut dalam menimbulkan penyakit telah diketahui. Perbedaan produksi 4 toksin mayor digunakan untuk mengklasifikasikan strain C. perfringens menjadi 5 toxinotype (A, B, C, D dan E). Pada unggas, C. perfringens tipe A yang paling banyak berperan dalam menimbulkan NE klinis atau subklinis. Strain tipe A hanya memproduksi alfa toksin yang berkaitan dengan kemampuan C. perfringens dalam menimbulkan gas gangraen. NE dimulai dari proliferasi bakteri C. perfringens (tipe A atau C) dalam sekum dan usus bagian bawah. Setelah itu bermigrasi ke usus bagian tengah dan atas tempat memproduksi toksin alfa dan beta. Senyawa toksik ini lah yang menimbulkan lesi khas pada usus yang dikenal sebagai nekrotik enteritis.

Bakteri ini bersifat ubiquitous atau dilingkungan sekitar dan juga secara normal ditemukan di usus ayam sehat.Sebagai bakteri anaerob pembentuk spora, C. perfringens mampu membentuk endospora yang sangat tahan terhadap pengaruh lingkungan luar dan meningkatkan penyebarannya. Endospora adalah fase istirahat bakteri. Pada kondisi lingkungan yang kurang baik bagi bakteri, nukleus dan sitoplasma bakteri ini tertutup mantel yang membuat bakteri ini bertahan hidup, sampai kondisi lingkungan kembali normal.

Expand All
  • Adanya lendir pada usus merupakan daya tarik bagi Clostridium untuk tumbuh dan berkembang biak. Karenanya adanya gangguan kesehatan usus merupakan faktor utama pencetus terjadinya NE, baik disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Gangguan usus yang disebabkan infeksius antara lain virus, bakteri dan protozoa (Eimeria). Sedangkan non infeksius seperti mycotoxin dan biogenic amin. Faktor kedua, dapat disebabkan oleh managemen kandang yang kurang baik, misalnya ventilasi yang buruk sehingga keadaan di dalam kandang lebih bersifat anaerob (kurang oksigen) yang merupakan kondisi nyaman bagi clostridium dan beresiko untuk masuk melalui pencernaan ayam melalui peralatan dan pakan yang terkontaminasi. Faktor ketiga, laju metabolisme ayam modern yang tinggi, memacu ayam membutuhkan oksigen yang lebih banyak dan ayam mudah mengalami heat stress yang dapat menyebabkan disbakteriosis pada usus (gangguan keseimbangan microflora usus) dan memacu pertumbuhan Clostridium.

    Perubahan keseimbangan mikroflora usus dapat menjadi pencetus NE. Terjadinya perubahan yang cepat dalam komposisi pakan dapat mengacaukan microflora usus dan memudahkan perkembangan Clostridium.

  • Seringkali gejala klinis penyakit NE ini tidak dikenali. Ayam menunjukkan depresi, kelemahan, diare, penurunan performa, adanya kematian mendadak disertai konvulsi dan cepat membusuk. Pada nekropsi ditemukan cholangiohepatitis, usus ditemukan berisi gas (baloney intestinal) dan lesi nekrotik.

    Gambar 1. Konvulsi otot pada ayam yang mati mendadak.

    Gambar 2. Enteritis pada usus (kiri atas), cholangiohepatitis (kanan), gas pada usus (kiri bawah), baloney usus (tengah)

  • Pencegahan NE dapat dilakukan dengan meminimalkan faktor-faktor pencetusnya. Perlu dipertimbangkan segala aspek dalam melakukan kontrol C. perfringens ini, mengingat sifatnya sebagai bakteri normal ditemukan di usus ayam dan sporanya sangat tahan terhadap kondisi lingkungan.

    Beberapa jenis antibiotika dapat diberikan sebagai pengobatan terhadap penyakit NE pada ayam seperti Bacitracin Methylene Disalicylate (BMD), Lincomycin, golongan beta laktam dan makrolida melalui pakan ataupun air minum.

  • BMD 50 Soluble
    BMD Granulated 10%
    Lincomix 110 Medicated
    Lincospectin – 100 Soluble Powder
    Amoxisol

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096