Indonesia

Newcastle Disease (ND)

Newcastle Disease (ND) adalah penyakit sangat menular dengan tingkat keparahan tinggi dan penyebaran cepat pada unggas yang disebabkan oleh paramyxovirus. Virus ini pertama diisolasi di Newcastleupon Tyne, Inggris pada tahun 1962, dan pada tahun yang sama ditemukan di Bogor, Indonesia. Avian paramyxovirus memiliki amplop, single stranded RNA virus, dan hanya 1 serotipe. Tingkat keparahan penyakit tergantung pada strain virus, tetapi dosis, rute masuk, umur ayam, dan kondisi lingkungan juga berpengaruh.

Expand All
  • Tanda-tanda infeksi dengan NDV sangat bervariasi karena strain virus dan kesehatan, usia dan spesies inang.

    Masa inkubasi untuk penyakit ini berkisar antara dua sampai 15 hari. Ayam yang terinfeksi mungkin menunjukkan beberapa gejala, termasuk gejala pernapasan (gasping, batuk), gejala syaraf (depresi, tidak nafsu, tremor otot, sayap yang terkulai, kepala dan leher berputar, melingkar, kelumpuhan lengkap), pembengkakan jaringan di sekitar mata dan leher, diare berair dan kehijauan, telur kasar dan tidak berbentuk atau kurus kering dan produksi telur berkurang.

    Dalam kasus akut, kematiannya sangat mendadak, dan, pada awal wabah, ayam sepertinya tidak sakit. Namun, dalam flok dengan imunitas yang baik, dapat ditemukan gejala (pernafasan dan pencernaan) ringan dan progresif, dan kepala berputar.

  • Gejala klinis maupun perubahan postmortem tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya konfirmasi dalam penetapan diagnosa ND. Konfirmasi diagnosis tergantung pada isolasi virus dan karakteristiknya. Sampel dari unggas hidup didapatkan dari cloacal dan tracheal swab, yang berhubungan dengan gejala klinis. Dari nekropsi dapat diambil organ usus, isi usus dan trachea sebagai sampel.

    Uji serologis dilakukan untuk mendeteksi antibodi dalam serum darah. Metoda yang paling banyak digunakan adalah uji haemoglobin inhibition (HI). Metoda ini juga dapat menentukan status kekebalan pada ayam yang sudah divaksin.

  • Vitamin dapat diberikan sebagai suportif. Pemberian antibiotika untuk mengendalikan infeksi sekunder yang dapat memperparah kondisi ayam.

  • Langkah terbaik untuk kontrol ND adalah dengan vaksinasi. Pemberian vaksin ND menghasilkan kekebalan terhadap infeksi. Vaksin ND umumnya dibuat dari bentuk lentogenik dan mesogenik. Tersedia dalam dua jenis yaitu vaksin aktif (live) dan vaksin inaktif (killed).

    Vaksin live lentogenic diambil dari virus lapangan dan memiliki kemampuan rendah untuk menimbulkan penyakit. Yang termasuk dalam golongan ini adalah LaSota, Hitchner B1, F strain dan V4. F strain memiliki kemampuan paling rendah untuk menimbulkan penyakit. B1 lebih efektif dibandingkan F strain, dan LaSota sedikit lebih tinggi kekuatannya. LaSota dan B1 paling banyak digunakan untuk vaksinasi.

    Vaksin live mesogenic, seperti Mukteswar (R2B), Roakin, Komarow dan H (hartfordshire) disiapkan di laboratorium dari strain virulen. Kelompok ini dapat menimbulkan penyakit, karena itu pemakaiannya didahului dengan vaksin primer (lentogenic). Vaksin mesogenic dapat menggertak respon kebal kedua yang tinggi.

    Killed vaksin bisa mengandung strain virus yang virulen maupun avirulen.

    Waktu pemberian vaksin sangat penting untuk keberhasilan vaksin ND. Selain itu higienitas dan biosekuritas sangat penting untuk kontrol penyakit ini.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096