Indonesia

Kutu Jangan Diplites

Paling geregetan memang jika menemukan ada kutu pinjal (Ctenocephalides felis) di badan anjing dan kucing kesayangan kita, nah biasanya hal spontan yang dilakukan saat menemukan kutu adalah mematikannya dengan cara diplites atau dipencet. Cara ini ternyata salah besar, sebab mustahil kita bisa memusnahkan semua kutu yang ada di badan hewan dengan mematikannya satu persatu dengan cara diplites.

Selain itu, jika mematikan kutu dengan cara diplites bisa membahayakan diri kita, karena kutu mengandung bakteri Rickettsia typhi. Ketika kita mematikan pinjal dengan cara diplites cairan tubuhnya yang mengandung bakteri akan menempel di jari dan bisa menyebabkan penyakit flea-borne typhus.

Kutu yang diplites juga disinyalir bisa menyebarkan telur yang dikandungnya, jadi istilahnya mati satu tumbuh seribu. Satu ekor kutu betina dewasa bisa menghasilkan hingga 2 ribu  telur sepanjang hidupnya yang hanya berlangsung beberapa bulan saja. Telur kutu yang tersebar di lingkungan rumah bisa menempel di lantai, karpet, keset, sela-sela furniture dll. Telur-telur kutu tersebut biasanya akan menetas dalam waktu 36 jam dan bisa bertahan hingga 10 hari tergantung kelembaban.

Lain halnya dengan kutu yang relatif mudah diplites, telur kutu hampir tidak mungkin bisa dihancurkan secara manual. Cangkang telur kutu sebenarnya sangatlah lunak namun karena ukurannya yang amat sangat kecil sehingga bila terinjak sekalipun tidak akan hancur. Telur-telur kutu bisa sangat mudah mencemari  perabot rumah seperti karpet, keset, tempat tidur hewan dll.

Cara paling tepat membasmi kutu pada anjing dan kucing kesayangan adalah dengan memberikan obat anti kutu yang efektif untuk membunuh kutu dewasa hingga telurnya. Selain itu anti kutu yang baik juga harus memiliki fungsi perlindungan terhadap kutu, jadi bukan hanya untuk mengobati saat kutu ada di badan hewan tapi juga untuk pencegahan.

Simparica merupakan salah satu produk anti kutu yang bisa membasmi sekaligus memberikan perlindungan pada anjing kesayangan dari kutu baik pinjal maupun caplak hingga 35 hari. Daya kerja Simparica cepat dan juga tetap bertahan kuat selama satu bulan. 

Simparica mudah diberikan karena merupakan obat oral/minum berupa tablet kunyah dengan sediaan yang sudah disesuaikan kisaran berat badan masing-masing hewan. 

Sedangkan untuk kucing bisa menggunakan anti parasit jenis spot on atau tetes seperti Revolution. Keunggulan Revolution selain ampuh adalah tingkat keamanannya yang sangat tinggi, bahkan Revolution bisa diberikan pada kucing yang sedang bunting dan menyusui. Untuk anjing bisa diberikan pada usia minimal 6 minggu sedangkan di kucing pada usia 8 minggu. Selain membasmi dan mencegah kutu (pinjal dan caplak) Revolution juga ampuh untuk mengatasi

kutu telinga atau tungau (Otodectes cynotis), tungau scabies (Sarcoptes scabiei) hingga cacing jantung (Dirofilaria immitis), cacing gelang (Toxocara cati) dan cacing tambang (Ancylostoma tubaeforme)

Tentu saja setiap hewan memerlukan penanganan yang berbeda-beda oleh karena itu bila anjing atau kucing kesayangan anda kutuan segeralah konsultasikan ke dokter hewan langganan untuk produk anti kutu yang paling sesuai dengan kondisinya saat itu. 

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096