Indonesia

Lindungi Anak Kucing Sejak Dini

Anak kucing atau kitten sangat rentan terhadap penyakit dan infeksi parasit, sebab sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang dengan baik, apalagi pada anak kucing yang belum mendapatkan tindakan pencegahan berupa pemberian anti parasit (obat cacing dan anti kutu) dan vaksinasi/imunisasi. 

Tiap anak kucing membutuhkan tindakan pencegahan yang berbeda-beda, jadi konsultasikan dulu dengan dokter hewan langganan anda untuk mendapatkan tindakan yang tepat sesuai kondisinya.

 

Parasit yang umum ditemukan di anak kucing

 

Kutu pinjal/flea

Kucing yang kutuan sudah pasti akan merasa tidak nyaman karena rasa gatal selain itu kalau infestasi kutunya parah bisa menimbulkan anemia (kurang darah) dan bisa berakibat fatal. Mengatasi kutu pinjal bisa bisa bikin frustasi karena memerlukan biaya yang cukup besar dan perlu waktu yang lama, jadi pencegahan lah cara terbaiknya. Bawalah kucing anda ke dokter hewan, untuk kemudian dokter hewan akan menentukan apakah usia kucing anda sudah aman untuk bisa mulai diberikan anti kutu.

 

Berikut cara mencegah anak kucing terkena kutu :

  • periksa bulu dan kulitnya tiap hari dengan menggunakan sisir kutu
  • pastikan semua hewan peliharaan di rumah sudah diberikan obat anti kutu
  • rutin membersihkan lantai rumah (termasuk karpet, keset, furniture) dengan vacuum cleaner
  • kasur kucing wajib dicuci secara rutin dengan air panas

 

Cacing 

Sistem kekebalan anak kucing masih belum sekuat kucing dewasa, makanya mereka rentan terhadap kecacingan. Cacing saluran cerna hidup di usus dan bisa menimbulkan gejala dari perut buncit hingga muntah, diare, dehidrasi dan pertumbuhannya terhambat. Jenis cacing yang paling sering ada di kucing adalah cacing gelang, hampir semua kucing pernah mengalami kecacingan yang disebabkan oleh cacing gelang terutama saat mereka masih anak-anak. Biasanya anak kucing tertular cacing dari induknya melalui air susu. Jenis cacing lainnya yaitu cacing cambuk/hookworms yang tinggalnya menempel di dinding saluran cerna, cacing ini menghisap darah inangnya dan menyebarkan telur-telurnya lewat kotoran/feses. Cacing bisa menyebabkan anemia, diare, dan penurunan berat badan pada anak kucing. Kalau jumlahnya sangat banyak bisa berakibat fatal, bisa menyebabkan kematian. Anak kucing harus diberi obat cacing sesuai dengan jadwal yang dianjurkan oleh dokter hewan, biasanya setiap dua minggu sekali, dimulai saat usia 2 sampai 8 minggu.

 

Kutu telinga/Ear mites

Makhluk menggelikan satu ini bisa menyerang telinga anak kucing dan menyebabkan berbagai masalah mulai dari gatal-gatal di telinga (karena gerombolan earmites selalu bergerak merayap di liang telinga) hingga infeksi dan peradangan saluran telinga. Ear mites lebih sering menginfeksi kucing usia dibawah satu tahun. Gejala kucing yang kena ear mites yaitu sering menggoyang-goyangkan kepala, menggaruk telinga - kadang sampai luka bagian belakang telinganya, bagian dalam telinga penuh dengan kotoran. Sama dengan kutu pinjal, ear mites lebih mudah untuk dicegah daripada diobati, pemberian obat kutu secara rutin adalah pilihan terbaik untuk menghindari masalah karena ear mites.

 

Penyakit yang Umum Ditemukan di Anak Kucing

 

Infeksi Saluran Nafas Atas

Penyakit ini mirip dengan flu pada manusia namun pada anak kucing bisa jadi penyakit yang serius karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih lemah dan tubuh yang belum berkembang sempurna. Kucing yang telah di vaksin (dengan Felocell 3 atau Felocell 4) terhadap feline herpes virus dan calicivirus, virus penyebab infeksi saluran nafas atas, umumnya memiliki kekebalan tubuh yang baik bila terkena penyakit ini, meski tidak 100 persen bisa mencegah namun cukup efektif untuk menurunkan resiko penyakit, mengurangi tingkat keparahan dan mempercepat persembuhan.

 

Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Mirip dengan AIDS/HIV di manusia, virus ini bisa menyebabkan kucing jadi rentan terhadap penyakit lainnya karena dia melemahkan sistem kekebalan tubuh. Biasanya penyakit ini ditularkan melalui gigitan, atau terkadang bisa juga diturunkan dari induk yang terinfeksi ke anak pada saat kelahiran. Saat ini di Indonesia belum ada vaksin untuk penyakit ini.

 

Feline Panleukopenia Virus (FPV)

Penyakit yang cukup ditakuti oleh pemilik kucing dan dokter hewan karena tingkat kematian dan penularannya yang luar biasa tinggi. Belum ada obatnya dan satu-satunya cara terbaik adalah pencegahan dengan vaksinasi, walau tidak bisa melindungi 100 persen namun vaksin panleukopenia cukup efektif untuk mencegah dan umumnya kucing yang sudah divaksin apabila terkena penyakit ini tingkat kesembuhannya cukup tinggi.

Anak kucing perlu diberikan tindakan pencegahan agar terlindung dari berbagai macam penyakit agar bisa tumbuh kembang dan hidup sehat berdampingan dengan manusia

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096