Indonesia

Ternyata Kucing Bisa Alergi Juga!

Kucing Juga Bisa Alergi!Mungkin kebanyakan orang menganggap bahwa kucing merupakan sumber penyebab alergi, terutama karena bulunya. Seringkali tidak kita sadari bahwa ternyata kucing juga bisa menderita alergi loh, bahkan mereka bisa alergi dengan hal-hal yang sama dengan manusia, seperti makanan, tumbuhan, sari bunga, dan debu. Artinya bila terkena reaksi alergi, kucing juga bisa mengalami hal yang sama dengan manusia. Namun jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar kucing kesayangan terhindar dari masalah ini. 

Gejala Alergi pada Kucing

Nah, bagaimana kita bisa tahu kalau kucing kita mengalami alergi? Sama seperti anjing, kucing pun kalau alergi akan muncul gejala pada kulitnya, dan kita bisa mengamati adanya tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • Menggaruk area kulit di sekitar telinga.
  • Grooming (menjilati badan) secara berlebihan (kadang hingga bulu tampak menipis di area tersebut).
  • Hot spot (area kulit yang basah dan kemerahan).
  • Menggigit-gigit telapak kaki dan tangan.
  • Muncul masalah kulit seperti kering, berkerak atau merah-merah.
  • Infeksi kulit dan telinga.
  • Mata berair (seperti menangis).
  • Hidung meler.
  • Bersin-bersin atau batuk.
  • Nafas berbunyi.
  • Iritasi kulit.
  • Lesu.

Mendiagnosa Alergi pada Kucing

Sebagian besar gejala alergi pada kucing (seperti yang tertulis di atas) mirip dengan gejala penyakit lainnya seperti infeksi kulit atau pernafasan. Jadi bila kucing kesayangan menunjukan gejala atau tanda-tanda yang tidak biasa atau mengkhawatirkan, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.

Agar dokter hewan bisa dengan tepat menentukan apakah kucing kita menderita alergi atau penyakit lainnya, kita harus memberikan penjelasan/keterangan yang detail mengenai kondisi kucing saat di rumah. Misal, apakah ada perubahan pada kebiasaan groomingnya yang biasanya hanya rutin di waktu tertentu tapi sekarang dilakukan lebih sering atau bahkan terus menerus, hal ini bisa jadi info penting bagi dokter. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu di infokan saat kunjungan ke dokter hewan:

  • Perubahan di lingkungan rumah, misalnya baru pindah, ganti dekorasi rumah, ada anggota keluarga baru atau ada hewan peliharaan baru.
  • Ganti jenis cat food.
  • Ganti kandang atau tempat tidur.
  • Muncul gejala yang berbeda atau memburuk saat sedang berada di luar rumah.
  • Jenis sampo, parfum, obat kutu yang digunakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan melihat riwayat medis serta dari informasi yang kita berikan, dokter hewan biasanya akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lab agar bisa lebih tepat dalam menentukan penyebab munculnya gejala-gejala tersebut, pemeriksaan lab nya bisa berupa:

  • Cek darah, seperti cek hitung darah lengkap (CBC), cek kimia darah, dan tes lain seperti cek kadar tiroid. Kucing yang menderita alergi bisa mengalami peningkatan pada sel darah putihnya. Dengan melakukan pemeriksaan darah nanti bisa diketahui juga apabila ada masalah di fungsi ginjal dan hati.
  • Uji alergi, biasanya dilakukan oleh dokter hewan spesialis kulit. Ada dua jenis uji alergi pada kucing: dengan menggunakan sampel darah atau dengan tes kulit dimana zat alergen akan disuntikan ke bawah kulit.
  • Skin scraping/pemeriksaan kulit, dokter akan mengambil sampel kulit dengan cara mengerok area kulit yang terdapat lesi/kelainan untuk kemudian di cek dengan mikroskop apakah ada bakteri, jamur, atau parasit. Selain kerokan kulit, sampel yang diambil bisa juga berupa beberapa helai bulu/rambut kucing.

Pengobatan pada Kucing Alergi

Begitu dokter menentukan kalau kucing kita betul menderita alergi, maka dokter akan meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala gatal. Jika ada infeksi maka kemungkinan akan diberikan obat-obatan topikal untuk kulit seperti salep, cairan antiseptik dan serbuk antibiotik. Jika dilakukan uji alergi, maka bisa diberikan obat yang bersifat spesifik berupa allergen-specific immunotherapy.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengatasi Kucing yang Alergi?

Hal yang paling penting adalah bawa kucing ke dokter dahulu, setelah dokter memastikan bahwa kucing kita menderita alergi maka ikuti semua anjuran pengobatan yang diberikan oleh dokter. Bila sumber alergi/alergen-nya sudah diketahui maka kalau bisa harus dihindari atau disingkirkan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu kucing yang alergi:

  • Cek darah, seperti cek hitung darah lengkap (CBC), cek kimia darah, dan tes lain seperti cek kadar tiroid. Kucing yang menderita alergi bisa mengalami peningkatan pada sel darah putihnya. Dengan melakukan pemeriksaan darah nanti bisa diketahui juga apabila ada masalah di fungsi ginjal dan hati.
  • Uji alergi, biasanya dilakukan oleh dokter hewan spesialis kulit. Ada dua jenis uji alergi pada kucing: dengan menggunakan sampel darah atau dengan tes kulit dimana zat alergen akan disuntikan ke bawah kulit.
  • Skin scraping/pemeriksaan kulit, dokter akan mengambil sampel kulit dengan cara mengerok area kulit yang terdapat lesi/kelainan untuk kemudian di cek dengan mikroskop apakah ada bakteri, jamur, atau parasit. Selain kerokan kulit, sampel yang diambil bisa juga berupa beberapa helai bulu/rambut kucing.

Pengobatan pada Kucing Alergi

Begitu dokter menentukan kalau kucing kita betul menderita alergi, maka dokter akan meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala gatal. Jika ada infeksi maka kemungkinan akan diberikan obat-obatan topikal untuk kulit seperti salep, cairan antiseptik dan serbuk antibiotik. Jika dilakukan uji alergi, maka bisa diberikan obat yang bersifat spesifik berupa allergen-specific immunotherapy.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengatasi Kucing yang Alergi?

Hal yang paling penting adalah bawa kucing ke dokter dahulu, setelah dokter memastikan bahwa kucing kita menderita alergi maka ikuti semua anjuran pengobatan yang diberikan oleh dokter. Bila sumber alergi/alergen-nya sudah diketahui maka kalau bisa harus dihindari atau disingkirkan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu kucing yang alergi:

  • Pencegahan. Gunakan obat anti parasit yang dianjurkan oleh dokter hewan secara rutin, meskipun kucing tinggal di dalam rumah (indoor).
  • Pasir pup. Gunakan pasir untuk pup yang bebas debu dan tidak wangi.
  • Mandi. Kucing yang rutin dimandikan akan terhindar dari zat-zat alergen yang menempel di bulunya, mandi juga akan mengurangi rasa gatal.
  • Udara yang bersih. Gunakan air purifier agar udara dalam rumah lebih sehat.
  • Kasur. Bersihkan kasur hewan dan kasur kita secara rutin.
  • Nutrisi. Beri kucing makanan yang bergizi sesuai anjuran dokter hewan.
  • Suplemen. Minyak ikan biasanya disarankan untuk diberikan ke kucing oleh dokter hewan untuk kesehatan kulit dan bulu.
  • Teliti dalam mengamati kucing jika ada perubahan gejala atau tingkah laku. Kalau kita curiga kucing mengalami alergi, segeralah bawa ke dokter hewan, agar kucing kesayangan tidak perlu menderita akibat gatal-gatal di kulit atau hidung meler. Dengan bantuan obat-obatan dan tindakan yang tepat kucing kesayangan bisa terbebas dari alergi.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096